catatan tanggung tentang seminar ehealth

Sore ini, seminar tiga hari tentang E-health di Putrajaya Convention Centre, Kuala Lumpur berakhir. Secara keseluruhan seminar ini menarik. Berikut beberapa catatan yang sayang jika terbuang begitu saja:
-Kepentingan pengguna adalah segalanya saat mengembangkan inovasi TIK untuk pelayanan kesehatan. E-health sebisa mungkin mendorong pencapaian keakuratan sasaran tembak.
-Mendorong penggunaan perspektif lintas budaya untuk mengatasi tantangan dan berbagai masalah terkait dengan implementasi e-health
-Perlu dibentuk koordinator regional untuk standarisasi yang terkait dengan e-health (dari terminologi sampai ke peralatan). Rekomendasi ini sebenarnya memperkuat jejaring APAMI WG-2 serta keinginan untuk memperluas SNOMED CT agar dapat menampung nilai dan budaya timur.
-Salah satu kunci penguatan kapasitas (capacity building), potensi, prospek dan keterbatasan TIK perlu dikenalkan dalam kurikulum pendidikan kesehatan (kedokteran, keperawatan, kesehatan masyarakat dll). Dokumen dari KKI sudah menekankan hal tersebut. Tinggal menunggu implementasi dari fakultas.
-Perlu mempublikasikan pelatihan-pelatihan yang terkait dengan ehealth. Kami, di simkes sudah membuat beberapa jadwal dan rencana pelatihan. Jika ada saran, masukan dan kritik, terbuka lho….
-Selalu, aspek legal dari rekam kesehatan elektronik tetap harus diperhatikan
-Blogs merupakan salah satu media potensial untuk komunikasi kesehatan

aduh mau nambahin lagi ngantuk banget…. (nyambung lagi kalau sudah pulang ke rumah ah…). Juga pengin cerita sedikit tentang putrajaya, kebablasan naik kereta, mahalnya taksi hotel, blanja buku yang gagal, belajar dari para presentator profesional, pengalaman jadi chairman of the session, networking……

7 Tanggapan to “catatan tanggung tentang seminar ehealth”

  1. cakmokihttp://cakmoki86.wordpress.com Says:

    Monggo diaturi istirohat dulu Pak.
    saya nunggu oleh-oleh ilmunya.
    Senang dengan ini: Blogs merupakan salah satu media potensial untuk komunikasi kesehatan
    😀

  2. Evyhttp://senyumsehat.wordpress.com Says:

    Pak Anis, udah khan capeknya…?
    Aku mau tanya apa di Indo sudah ada medical record card? dan OL untuk beberapa RS begitu, so kalau emergency asal ada card reader, data MR bisa ke akses semua?

    Mengenai pelatihan aku saranin kalau bikin buka petunjuk praktis-nya juga lengkap dengan gambar tampilan di layar comp-nya, karena orang2 (gaptek termasuk aku) dikasih pelatihan sekali ga akan nempel padahal udah ngabis2in uang trus akhire klo iso gampang kenapa musti repot2 balik ke pola lama. Kalau ada bukunya khan bisa review.

    Nah segitu dulu…kapan2 sambung lagi, aku seneng ada sejawat dokter2 spt Pak Anis, Cak Moki dan Dik Dani, biasanya dokter identik dengan gaptek. Kebiasaan di RS cuman urusan klinis dan ada staf yg urusin segala sesuatu jd merasa ga perlu melek teknologi.

  3. anis Says:

    cakmoki:
    acara seminarnya lumayan padat dari pagi sampai sore. tadi malam sempat ke KLCC, rencananya mau beli buku, eh kartu kreditnya gak bisa kebaca. sebel tenan…dua malam yang lalu jalan dengan teman2 health informatics di sini. Tadi pagi ke primary health center yang sudah paperless dan hospital Putrajaya. Rumah sakit ini yang icon Malaysia kedua setelah RS Selayang. Banyak dapat ilmu setelah berdiskusi cukup intens dengan salah satu staf ITnya.

    Tentang blog, ini memang disebut-sebut dalam rekomendasi track ehealth.

    evy:
    setahu saya belum ada, bu Evy (mohon dikoreksi, jika ada yang sudah menerapkan). Jika benar ada, saya sangat bergembira dan ingin belajar juga.

    Di Putrajaya Malaysia, yang salah satu primary health carenya sudah paperless demikian juga rumah sakitnya, hanya jika pasien dirujuk ke RS, maka data elektroniknya dikirimkan. Hal ini karena vendornya sama. Mereka keliatannya tidak bernafsu untuk langsung memperluas.

    Perlu dipikirkan strategi yang tepat tentang ICT di Indonesia, karena lingkungan kita memang berbeda.

    Tahun kemarin, kalau kami ada pelatihan terkait IT, tidak hanya modul yang ada gambar skrinsut komputer, tetapi juga totorial elektroniknya kok. moga2 teman2 terus bisa meningkatkan kualitasnya.

    Ya..begini karena sudah telanjur basah. Kemarin ketemu dengan peserta seminar, dari Jakarta, nanya saya, nggak tertarik ngambil spesialis? Saya jawab, ini (cat: health informatics) spesialisasi saya he..he..he..

  4. Evyhttp://senyumsehat.wordpress.com/ Says:

    Pak Anis kenapa ga panjenengan saja yang memulai membuat sistem smartcard itu, aku dukung dari jauh deh…(kalau diperlukan lho…)ntar aku cariin providernya kartunya. Tapi mungkin medrec kudu dibenerin dulu semua senada ya… Ok deh mohon dipikirkan mumpung belum keduluan org…

    salam,
    Evy

  5. anis Says:

    evy:
    ada rencana ke sana. Gak usah kesusu, nanti kalau jadi, saya blogkhan juga…

  6. dani iswarahttp://daniiswara.wordpress.com/ Says:

    staf IT-nya RS disana banyakan org medis ato non medis ya Pak..

    [waiting for the next stories..]😀

  7. anis Says:

    dani:
    staf IT dari IT juga. mereka menurut saya adalah para help desk (bukan hell desk), selain developer. staf medis sebagai pengguna dan atau manajemen.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: