Web 2.0 dan mahasiswa keperawatan

Web 2.0 merupakan fenomena baru dunia Internet. Fatih Syuhud bahkan sudah mengutip tulisan John Markoff dari The New York Times tentang arah perkembangan berikutnya yaitu Web 3.0. Web 2.0 merupakan upaya menjadi web sebagai pusat dari semuanya, mulai dari informasi, hiburan, berita, cuaca, pengetahuan, podcast, sampai ke video streaming dan melibatkan fenomena sosial seperti wiki, blog, komunitas online seperti friendster, myspace, flickr, youtube dan lain-lain. Web 3.0 nanti diharapkan akan lebih canggih lagi sehingga akan menjadi rujukan bagi setiap individu dalam pengambilan keputusan personal (personal adviser).

Di lingkungan kesehatan, Web 2.0 juga merupakan fenomena baru. Jika Anda mengakses Medline saat ini, akan terdapat paling tidak 26 artikel yang memuat terminologi blog/blogs/wiki/wikis pada judul artikelnya (tips masukkan berikut ini pada kotak search Medline: blog[ti] OR blogs[ti] OR wikis[ti] OR wiki[ti]). Salah satu diantaranya adalah tulisan Boulos MN, Maramba I, Wheeler S yang berjudul Wikis, blogs and podcasts: a new generation of Web-based tools for virtual collaborative clinical practice and education, diterbitkan di BMC Med Educ bulan Agustus tahun 2006. Artikel full textnya dapat diakses di sini. Artikel tersebut mengindikasikan bahwa Web 2.0 merupakan fenomena teknologi dan sosial yang potensial mendukung proses pembelajaran. Masih belum banyak riset mendalam mengenai hal tersebut.

Kemarin, sebelum mengajar tentang manajemen pengetahuan pada mahasiswa keperawatan PSIK UGM kelas B (alih jalur) saya sempat iseng-iseng membagi kuesioner tentang penggunaan komputer. Satu kelas katanya 70 orang, tetapi yang mengisi baru 52 karena ada yang terlambat datang. Karena merupakan kelas alih jalur (dari D3), mereka lebih berumur dari kelas S1 biasa dengan rerata umur 29 tahun, paling muda 22 dan paling tua 46 tahun. Sebagian besar perempuan (33) dan sisanya laki-laki (19). Isi kuesioner hanyalah pilihan jawaban ya/tidak. Hasilnya, bisa dilihat pada grafik berikut.

Tentang Web 2.0, sudah ada yang memiliki account friendster bahkan ada juga yang memiliki blog. Tetapi, untuk dapat mendayagunakan informasi kesehatan secara optimal masih banyak yang bisa digarap. Mereka harus diperkuat dengan strategi menangkap informasi kesehatan secara efektif dan efisien. Hal itu juga harus didukung dengan kemampuan bahasa Inggris yang baik. Langkah berikutnya, tentu saja menjadikan kultur produsen knowledge sebagai bagian penting dalam profesi mereka.

Selamat memasuki era Web 2.0…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: