Patient safety informatics (teknologi informasi untuk patient safety jilid dua)

Alasan rumah sakit mengadopsi teknologi informasi secara umum meliputi tiga hal yaitu efisiensi, efektivitas dan mutu pelayanan. Billing systems merupakan contoh penerapan untuk mencapai tujuan pertama. Berbagai aplikasi fungsional seperti sistem informasi untuk rekam medis, farmasi maupun modul-modul fungsional lainnya untuk menjawab kebutuhan efektivitas. Nah, bagaimana dengan mutu? Aspek mutu pelayanan memang cukup luas. Tetapi, semenjak isu patient safety digulirkan, banyak pihak menyadari bahwa informatika kedokteran merupakan salah satu kuncinya. Bagaimana caranya?

Saya pernah menuliskan mengenai hal tersebut sebelumnya. Tetapi, tulisan yang menyadur dari salah satu artikel di jurnal tersebut sangat sederhana tanpa ada pengalaman melihat langsung implementasi teknologi informasi untuk mendukung gerakan keselamatan pasien. Berkaitan dengan hal tersebut, beberapa waktu yang lalu, saya berkesempatan berkunjung ke rumah sakit Wan Fang di Taipei. Meskipun hanya kunjungan singkat selama dua jam, saya mendapatkan informasi dan pelajaran menarik mengenai inisiatif patient safety informatics di rumah sakit tersebut. Ingin tahu tentang Wan Fang Hospital? silakan akses di sini.

Berfoto bersama di lobby RS Wan Fang

Pagi itu, kami berangkat bersama beberapa peserta kongres APAMI 2006 dari lobby Hotel Grand Hyatt Taipei menggunakan bus pukul 9 pagi. Selain saya ada dr. Erik Tapan, MHA dan istrinya (Indonesia), Prof. Li Baoluo (Chairman Chinese Hospital Information Management Hospital), Blackford Middleton, MD, MPH, MSc(Corporate Director Clinical Informatics Research and Development dari Partners Health Systems, Inc) dan dua peserta dari Korea (wah gak hafal namanya).

Salah satu sudut koridor yang dilengkapi dengan berbagai lukisan.

Sesampai di rumah sakit yang terletak di Taipei bagian selatan ini, kami disambut oleh Dr. Marc Hsu, ahli bedah yang sekarang menjabat sebagai Chief Information Officer di rumah sakit tersebut. Oleh beliau kami diajak masuk rumah sakit. Begitu masuk rumah sakit, kita akan merasa seperti memasuki mall. Tidak hanya itu, kesan artistik melengkapi suasana modern dengan adanya galeri lukisan di koridor rumah sakit (baik yang dijual maupun koleksi rumah sakit itu sendiri).

Kami kemudian diajak ke ruang pertemuan. Pertama-tama, Victor Chao(Innovative Business Development Dept Director) menjelaskan tentang sejarah rumah sakit, visi & misinya, program serta prestasi yang telah diraihnya. Yang menarik adalah inisiatif pendirian rumah sakit ini sebagai bentuk kemitraan antara sektor publik dan swasta (public-private partnership). Rumah sakit ini dimiliki oleh kota Taipei tetapi dijalankan oleh swasta. Pihak Taipei Medical University menjadi board rumah sakit tersebut. Sebagai rumah sakit yang secara operasional berjalan mulai tahun 1997, rumah sakit ini telah meraih berbagai penghargaan prestisius tentang mutu pelayanan. Dimulai dari Ishikawa Quality Award (tahun 1998), ISO sampai dengan sederetan penghargaan lainnya termasuk dari JCAHO pada tahun 2006. Tidak kurang dari 100 penghargaan telah diraih rumah sakit tersebut dalam kurun waktu 9 tahun. Strategi pengembangan mutu pelayanan rumah sakit dilandasi dengan Rolling Ball theory. Standarisasi pelayanan, pendidikan dan riset merupakan fondasi utama. Sebagai faktor penarik program mutu mencapai sasaran tertinggi adalah berbagai program peningkatan mutu berkelanjutan (CQI) seperti Evidence Based Medicine, Clinical Pathway sampai dengan Patient Safety Informatics. Yang berperan sebagai rem agar bola mutu tidak tergelincir dan jatuh adalah berbagai program audit (baik medis, keperawatan, ISO dll).

Kembali ke laptop eh patient safety…Wan Fang Hospital memiliki Patient Safety Officer (PSO) yang dilengkapi dengan program Patient Safety Informatics. Setiap minggu ada pertemuan rutin PSO. Rumah sakit ini juga menjadi penyelenggaran konferensi nasional dan patient safety. Upaya pengembangan mutu juga dengan tidak tanggung-tanggung menghadirkan Dr.David W Bates, salah satu ahli terkemuka dari AS yang banyak mempublikasikan penelitian mengenai patient safety. Program Patient Safety Informatics terinspirasi dari tujuan program keselamatan pasien dari JCAHO yaitu (1)memperbaiki akurasi identifikasi pasien, (2) meningkatkan efektivitas komunikasi diantara pemberi pelayanan, (3)meningkatkan keselamatan dengan menerapkan alert pengobatan, (4)mengeliminasi keselahan lokasi, pasien dan prosedur pembedahan, (5)meningkatkan efektivitas sistem alarm klinik serta (6)menurunkan risiko infeksi nosokomial.
Apa saja strategi informatika kedokteran diterapkan?


1. Menerapkan rekam medis elektronik (electronic medical record) dengan dokter yang langsung menggunakannya sebagai pengganti rekam medis kertas atau istilahnya computerized physician order entry. Setiap workstation dilengkapi dengan dua monitor, satu untuk melihat data medis pasien, satunya lagi untuk mengamati image radiologi yang memerlukan monitor dengan resolusi yang lebih tinggi.

Sistem alert interaksi antar obat

reminder data lab terbaru melalui SMS ke HP secara otomatis

2. Mengembangkan sistem pendukung keputusan klinis yang diintegrasikan dengan CPOE untuk mencapai tujuan program keselamatan pasien. Dalam CPOE tersebut tersedia (a)berbagai alert dapat memberikan peringatan secara aktif kepada dokter mulai dari interaksi antar obat, obat bagi ibu hamil sampai dengan alergi, (b)Surgical Patient Safety Systems yang memberikan rekonfirmasi sebelum pasien melakukan pembedahan, (c)konvergensi dengan berbagai teknologi untuk memberikan alert tentang hasil pemeriksaan yang bersifat kritis (lab, radiologi, patologi, mikrobiologi) melalui berbagai media seperti SMS, email maupun pop up window di komputer, (d)sistem pelaporan adverse event yang dapat digunakan oleh dokter maupun perawat, (e)inovasi teknologi terbaru untuk mengidentifikasi pasien menggunakan RFID (Radio Frequency Identifier).

Dr. Marc Hsu, Chief Information Officer Rumah Sakit Wan Fang

3.Komitmen tinggi pimpinan dan manajemen yang menerjemahkan visi rumah sakit menjadi rencana stratejik sistem/teknologi informasi. Rumah sakit tersebut memiliki seorang Chief Information Officer yang berlatar belakang ahli bedah yang memimpin 8 orang staf dan sebagian besar adalah programmer. Mereka mengembangkan sendiri berbagai program komputer tersebut. Program komersial yang digunakan hanyalah PACS (picture archiving communication systems) untuk radiologi digital. Anggaran Departmen Information Management sekitar 2% dari anggaran operasional rumah sakit. Di rumah sakit tersebut masih ada departemen rekam medis untuk menyimpan rekam medis kertas hasil print out data rekam medis elektronik.

4.Kerjasama dengan institut pendidikan untuk mengembangkan program informatika kedokteran yang inovatif dan berkelanjutan. Sang CIO saat ini sedang mengambil PhD di Graduate Institute of Medical Informatics, Taipei Medical University. Sedangkan beberapa staf mereka sedang mengambil program master di institut yang sama. Direktur GIMI sebelumnya adalah CIO di Rumah Sakit Wan Fang.

Itulah informasi sekilas mengenai inisiatif patient safety informatics di RS Wan Fang Taipei. Saya berminat suatu saat ke sana lagi dengan agenda yang lebih terarah sambil mengikuti course di GIMI. Ada yang berminat?

6 Tanggapan to “Patient safety informatics (teknologi informasi untuk patient safety jilid dua)”

  1. Anonymous Says:

    izoel says: kira2…syarat untuk ikut memgunjungi rumah sakit di luar sana bagaimana yah?

  2. Joko.Nurhidayat Says:

    Saya sangat tertarik dengan patient safety, mohon dapat dikirmkan beberapa artikel tentang patient safety.tk atas perhatiannya

  3. Mya Says:

    Saya sangat tertarik & membutuhkan informasi ttg patient safety, bisakah dikirim artikel-artikel ttg patient safety dan penggunaan/cara kerja RFID untuk identifikasi pasien.
    Terimakasih.

  4. Seno Says:

    Saya sangat tertarik & membutuhkan informasi ttg patient safety, bisakah dikirim artikel-artikel ttg patient safety dan penggunaan/cara kerja RFID untuk identifikasi pasien.
    Terimakasih. ke syach_gogo@yahoo.co.id

  5. emma Says:

    boleh minta tolong di bagi tentang kriteria-kriteria dasar untuk menerapkan program ini.kebetulan di tempat saya bekerja baru memulai jadi masih belajar dan saya ingin mengambil judul skripsi saya tentang yang berhubungan dengan patient safety.kalau boleh yang dasarnya saja agar bisa saya gunakan untuk meneliti dalam waktu yang singkat (hanya 3 mgg di jakarta).kalau boleh di kirim ke renate_eza@yahoo.co.id .terimakasih

  6. mardiono machdan Says:

    saya sangat tertarik apa yang ada informasikan, saya ingin juga berkunjungan kesana, mohon kalau ada study group yang akan ke sanna saya di hubungi , terima kasih banyak ya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: