Usul: kolaborasi antar lembaga pendidikan sistem informasi kesehatan di Indonesia

Tenaga ahli sistem informasi kesehatan merupakan kelompok sumber daya manusia yang langka di Indonesia. Padahal, saat ini pemerintah, baik pusat, propinsi maupun berbagai kabupaten sedang gencar-gencarnya memperkuat sistem informasi kesehatan, salah satu pilar utama dalam strategi pembangunan kesehatan. Kelangkaan tenaga ahli tersebut dapat dipahami karena terbatasnya lahan pendidikan.

Sepengetahuan penulis, saat ini, baru ada 3 universitas di Indonesia yang memiliki program S2 terkait dengan sistem informasi kesehatan yaitu UI, Undip dan UGM. Di Universitas Indonesia, program S2 informatika kesehatan masyarakat dikembangkan di Fakultas Kesehatan Masyarakat dan sudah meluluskan banyak alumni yang tersebar di berbagai instansi pemerintah. Setelah UI, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro mengembangkan S2 Sistem Informasi Manajemen Kesehatan. Di Fakultas Kedokteran UGM, S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat meluncurkan program tersebut tahun 2005 sebagai salah satu konsentrasi di Minat Utama Epidemiologi Lapangan dengan nama Konsentrasi Sistem Informasi Manajemen Kesehatan (SIMKES). Institut Teknologi Bandung sebenarnya juga memiliki program serupa yaitu Magister Biomedical Engineering, tetapi lebih berfokus kepada aspek teknis dan rekayasa biomedik.

Di luar program tersebut, mungkin masih ada institusi lain yang memiliki program sejenis. Dalam berbagai program S2 terkait dengan manajemen informasi dan teknologi informasi bisa saja terdapat mahasiswa yang melakukan riset terkait dengan pengembangan sistem informasi kesehatan. Rekan saya yang berhasil mengembangkan sistem informasi kesehatan terpadu di kabupaten Purworejo memilih untuk mengambil S2 teknologi informasi. Di lingkungan S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat FK UGM pun, mahasiswa dari minat Manajemen Rumah Sakit maupun Gizi pun dapat membuat tesis terkait dengan sistem informasi rumah sakit atau gizi.

Mengidentifikasi insitutusi yang mengembangkan program serupa menjadi penting karena berkaitan dengan pengembangan jaringan dan kolaborasi karena terbatasnya tenaga ahli yang ada. Saling memahami perkembangan riset terkini dapat memperkaya pemahaman masing-masing institusi sehingga dapat mencegah reinventing the wheel. Demikian juga, temuan riset dan aplikasinya pun dapat dipelajari bersama-sama untuk kepentingan masyarakat, lembaga pendidikan serta dunia usaha. Untuk mewadahi berbagai hasil penelitian tersebut, membuat jurnal yang membahas penelitian, kebijan, ide serta implementasi sistem informasi kesehatan nampaknya akan sangat bermanfaat.

Selain untuk saling berbagai hasil penelitian, pembentukan jaringan serta kolaborasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk memetakan keunggulan masing-masing. Mengingat domain sistem informasi kesehatan juga cukup luas, bisa saja salah satu institusi menempatkan sistem informasi geografis untuk kesehatan sebagai salah satu unggulan. Di lain pihak, perguruan tinggi lain boleh-boleh saja memilih beberapa topik unggulan yang tentu saja terkait dengan keunggulan sumber dayanya (dosen, sumber-sumber belajar) maupun pengalaman implementasi.

Dalam beberapa kesempatan perwakilan dari beberapa universitas tersebut pernah bertemu. Namun, nampaknya akan menjadi gagasan yang menarik jika ada pertemuan yang komprehensif membahasa sistem informasi kesehatan yang tidak hanya melibatkan universitas tetapi juga para pelaku di lapangan seperti dinas kesehatan, rumah sakit, departemen kesehatan maupun lembaga donor. Dalam pertemuan tersebut, selain disajikan topik terbaru tentang kebijakan dan implementasi sistem informasi kesehatan, para mahasiswa juga dapat menyuarakan hasil penelitiannya. Dan jangan lupa bahwa mahasiswa tidak hanya mereka yang berasal dari pendidikan strata 2 saja. Sebagian besar tenaga operasional sistem informasi kesehatan malah berasal dari jenjang D3, khususnya D3 rekam medis dan sistem informasi kesehatan.
Mungkin dari pertemuan tersebut dapat dimulai hal yang sederhana (tetapi tidak mudah…….), membangun komitmen terhadap pentingnya jaringan dan kolaborasi serta pembentukan jurnal sistem informasi manajemen kesehatan. Ada yang mau jadi sponsor …..?

3 Tanggapan to “Usul: kolaborasi antar lembaga pendidikan sistem informasi kesehatan di Indonesia”

  1. mutamakin Says:

    Setuju dengan usul Pak Anis. Tapi apa harus langsung dalam bentuk pertemuan besar yang memerlukan dukungan sponsor ? Mungkin bisa dicoba dulu dengan pertemuan2 kecil, semisal kunjungan S2 SIMKES UGM ke UNDIP, FKM UI sambil dijajaki seberapa besar minat masing2 lembaga untuk pengembangan kerjasama yang lebih luas.

  2. anis Says:

    Nggak harus pertemuan besar. Tanpa sponsor keliatannya juga bisa kok. Semester 2 nanti beberapa mhs SIMKES khan sudah selesai, mau bikin seminar sekalian mengundang dari Undip dan UI. Yarwe wae…..

  3. Sulaiman Rasyid Says:

    Sekalian juga diundang tuch, Program Teknik Biomedika ITB.
    Agar ada sinergi sehingga tidak ada kesan saling “bersaing” rebutan proyek….🙂
    Salam kenal buat Mas Anis Fuad, dkk.
    Salam kangen buat Mas Agus Mut jg….
    Lama kita tak jumpa… Keep contact…
    “Pasukanku” baru nambah lagi….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: