Google Health: fitur Google untuk pencari informasi kesehatan

Kategori: informatika kedokteran

Google tidak henti-hentinya membuat inovasi. Setelah meluncurkan Google Spreadsheet, saat ini Google sedang menguji calon produk terbarunya yaitu Google Health. Sebagaimana telah dibahas oleh beberapa weblog, fitur terbaru ini memang dimaksudkan bagi pengguna Internet agar lebih mudah mencari informasi kesehatan.

Melalui fitur ini, setiap kali kita memasukkan istilah kesehatan, Google akan akan menambahkan beberapa kategori untuk memfilter hasil pencarian. Kategori filter yang sudah tersedia meliputi terapi (Treatment), gejala (Symptoms), tes/diagnosis (Test/diagnosis), sebab/faktor risiko(Cause/risk factors), untuk pasien(For patients), untuk profesional kesehatan (For health professionals), dari otoritas kesehatan(From medical authorities) dan kedokteran alternatif (Alternatif medicine). Meskipun masih digodog di laboratorium, fitur ini sudah dapat dicoba di http://64.233.167.99/.

Dalam beberapa weblog dibahas, fitur Google Health merupakan variasi dari Google Coop. Yang menarik, pada akhir tahun kemarin, Dean Giustini, seorang pustakawan di Kanada, pernah menulis di jurnal kedokteran terkemuka British Medical Journal mengusulkan agar Google menyediakan aplikasi untuk memfasilitasi pencarian informasi kesehatan. Dia menyebutnya sebagai Google Medicine.

Untuk pengguna biasa
Pertanyaannya adalah, apakah fitur ini akan mampu memenuhi kebutuhan pengguna Internet terhadap informasi kesehatan? Jika pertanyaan ini diajukan kepada mereka yang berbahasa Inggris (dan khususnya di AS) jawabannya diharapkan positif. Di Amerika Serika, dengan pengguna Internet hampir mencapai 100 juta, separuhnya menggunakan Internet untuk mencari informasi kesehatan. Aktivitas online ini merupakan urutan ketiga setelah menggunakan email dan mencari produk atau jasa untuk dibeli secara online. Pertanyaan kedua, apakah link yang disediakan oleh Google Health menyajikan informasi yang benar (menurut ilmu pengetahuan kedokteran) dan dapat dipercaya? Seperti diketahui, tidak sedikit situs di Internet yang menyajikan informasi kesehatan yang diragukan kebenarannya, bahkan menyesatkan. Penjelasan Google mengenai kriteria filterisasi serta mutu informasi yang terkandung di dalamnya tentu sangat diharapkan.

Bagi pengguna Internet di Indonesia, yang jumlahnya masih terbatas, apalagi tidak english literate, nampaknya prospeknya tidak secerah itu. Apalagi situs kesehatan berbahasa Indonesia masih terlalu sedikit. Ketika baru-baru ini Menhan Juwono Sudarsono membuat blog dan menulisnya dalam bahasa Inggris, beberapa pengunjungnya berkomentar agar dibuat dalam dua bahasa.

Mungkin, suatu saat fasilitas ini akan digabungkan dengan Google translate agar memudahkan pencarian lintas bahasa. Sehingga, jangan coba-coba deh memasukkan batuk atau pusing, dijamin Google tidak akan mengenalinya sebagai istilah kesehatan.

Untuk profesional kesehatan
Google Health juga memberikan fitur khusus bagi para profesional kesehatan. Jika pada filter pencarian kita klik untuk profesional kesehatan, akan muncul filter baru yaitu panduan penatalaksanaan (practice guideline), paparan untuk pasien (patient handout), pendidikan berkelanjutan dan uji klinis (clinical trial). Ini memang menyerupai filterisasi pada database kedokteran/kesehatan online terkemuka, Medline (http://www.pubmed.gov).

Namun, Google Health masih terlalu sederhana dibandingkan dengan Medline. Sebagai contoh, Google Health tidak mengenal MeSH (Medical Subject Heading). MeSH adalah kata kunci bagi berbagai istilah kesehatan yang berbeda tetapi sebenarnya sama. Dengan menggunakan Medline, profesional kesehatan dapat mencari semua abstrak yang membahas tentang serangan jantung baik yang ditulis menggunakan istilah heart attack, myocardial infarction atau cardiac arrrest asalkan menggunakan MeSH myocardial infarction. Sehingga, meskipun fasilitas ini mungkin juga akan digunakan oleh profesional kesehatan, tetapi sebagai panduan terapi, mereka masih lebih mempercayai jurnal daripada materi yang dimuat di situs yang tidak melalui review. Dalam hal ini, Google Scholar mungkin lebih membantu.

Meskipun tidak seistimewa fitur lain (seperti Google Maps), secara umum fitur ini layak dicoba. Selamat berhidup sehat bersama Google Health.

7 Tanggapan to “Google Health: fitur Google untuk pencari informasi kesehatan”

  1. Dani Iswara Says:

    direktori kesehatan lengkap versi indo dah ada yg bikin blm pak ya..

  2. Cronhttp://www.klu-u.net Says:

    untuk directory kesehatan sih kayaknya sudah ada. Cuma klo artikel praktis berbahasa indonesia kok kayaknya masih suash ya cari via google.

    Beberapa sih ada yang bagus.
    Mungkin masih terbatas ya…

  3. jiwanto Says:

    mencari tempat tempat berobat

  4. jiwanto Says:

    pelayanan kesehatan di indonesia tidak baik di mana para masyarakat indodonesia lebih banyak ke luar negeri di bandingkan dengan di indonesia, apakah dokter-dokter di indonesia goblok tidak tau mengobati seperti kanker tenggorokan,hidung,mulut jenis kelamin?????

  5. wawa Says:

    aq sedang butuh teman curhat sekaligus tukang obat penyakit dalam
    kalau ada kasi tau dong lewat email gue

  6. HENI Says:

    Sblmnya Mhon Maaf… !! Aq cma png Tau aja yg dimaksud dng G-STRING, soale Aq prnh Baca Kata itu dSbuah Majalah. Kasih Infonya yach… Biar Aq ga Bloon2 amat, Makaciiiih….

  7. Haribaru08 Says:

    Wah klo gitu nanti masyarakat lebih memilih intenet untuk konsultasi kesehatan…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: