Agenda riset kesehatan masyarakat pasca gempa: mengapa selamat, mengapa tidak?

kategori : IKM

Apa yang harus dilakukan oleh para ahli kesehatan masyarakat pasca bencana? Aku yakin di Jogja sekarang sudah banyak badan internasional, LSM, hingga para pakar sudah turun tangan (istilah kerennya bahu membahu) selama fase tanggap darurat hingga 3 bulan nanti. Mereka pasti sudah memiliki guideline (Depkes sudah punya), WHO apalagi. Mas Doni juga sudah siap dengan instrumen untuk surveilans kam pengungsi. Karena aku sedang jauh dari Jogja, ya sementara hanya bisa sharing knowledge aja. Berikut ini adalah intisari yang aku ambil dari bukunya Eric K Noji “The Public Health Consequences of Disaster”. Aku hanya mengambil bagian rekomendasi riset pada bab Gempa.
-telitilah mekanisme bagaimana orang meninggal maupun cedera (misalnya, komponen bangunan apa yang menyebabkan trauma secara langsung). Informasi ini sangat penting sebagai bagian dari strategi pencegahan yang efektif.
-identifikasi faktor yang menyebabkan korban selamat dari runtuhnya bangunan. Sebagai contoh, hubungan antara kejadian injury dengan desain struktur bangunan, material konstruksi yang digunakan, komponen non struktural, faktor demografis korban dan lingkungan fisik di sekitar reruntuhan. Tentukan lokasi dimana pasien tewas atau terluka untuk mengidentifikasi potensi daerah yang aman serta membuat rekomendasi tentang apa yang harus dilakukan pada saat gempa.
-tetapkan sebab dan waktu perkiraan kematian dari korban yang ditemukan di bawah reruntuhan bersama dengan ahli forensik. Selanjutnya hubungkan antara perkiraan waktu kematian dengan durasi terperangkap. Memahami informasi ini dapat bermanfaat bagi perencanaan upaya penyelamatan dan mengevaluasi sumber daya yang tersedia.
-otopsi sebab pasti kematian, termasuk mereka yg meninggal di jalan raya. Ini untuk membuat rekomendasi jenis material bangunan serta interior kendaraan yang aman saat terjadi gempa.
-evaluasi efektivitas upaya SAR dan penyelamatan medis pasca gempa. Penelitian mengenai hambatan organisasional diperlukan untuk menigkatkan kecepatan respon dalam penyelamatan jiwa terhadap mereka yang terluka parah. Studi epidemiologi juga diperlukan untuk mencari tahu metode pertolongan bagi korban serta memberikan penyelamatan tanpa memberikan kerusakan bagi mereka yang terperangkap di bawah reruntuhan.
-pelajari kebutuhan medis segera bagi orang yang terperangkap di bawah bangunan untuk menentukan intervensi efektif dalam mencegah atau mengelola korban serta meminimalisir disabilitas (mengurangi insidensi infeksi luka dan komplikasi post op)
-tentukan apakah pola trauma dapat digunakan untuk memberikan saran terhadap perubahan komponen struktural dan non struktural bangunan.
-teliti faktor perilaku yang berkaitan dengan kematian dan injury sehingga dapat memberikan saran tindakan terbaik untuk mengurangi kemungkinan kematian atau injury.
-kumpulkan data untuk mempredisiksi tipe injury berkaitan dengan jenis bangunan, kondisi tanah, intensitas gempa serta populasi penduduk (hal ini dapat berguna dalam memprediksi kebutuhan tindakan kesehatan khususnya jumlah suplai dan bantuan tenaga kesehatan)
-apakah ada risiko pelapasan zat toksik pasca gempa?
-identifikasi faktor kultural dan sosialekonomis korban.
-buatlah analisis mengenai daerah berisiko gempa di negara kita baik di rumah maupun di tempat kerja serta biaya untuk memberikan proteksi yang menyeluruh bagi populasi.

Ada yang mau menambahkan?
mau mandi dulu ah….masuk ke kampus lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: