Medical geography subject baru atau lama dengan kemasan baru?

Kategori: geografi kesehatan

Memang benar kunjungan pada saat yang tepat. Lagi nyiapin artikel pertama tentang GIS, aku juga menyempatkan cari course yang berkaitan. Nemu juga, namanya medical geography. Untungnya kuliahnya juga dalam bahasa Inggris. Setelah kontak Fanny, dia juga OK, ndaftarlah ke kuliah tersebut. Johan juga OK kok. Waktunya memang pas banget. Kuliah sudah dimulai tanggal 3 Mei kemarin di Zernicke Gebouw. Seperti biasa, aku kan tidak care banget dengan yang detil-detil tsb. Jadi sempat nyari-nyari mubeng-mubeng. Eh ternyata aku yang goblog ruang no 119 kok nyarinya 199. Sampai merapi meletus pun gak ketemu….
Siang sebelumnya aku tanya Yessi tentang perkuliahan disini. Dia ngasih tahu Nestor dan ProgressWWW. Dosen di sini memang sudah berkewajiban untuk menggunakan fasilitas elektronik tsb untuk mengupdate materi serta berkomunikasi dengan student. Sebenarnya hampir sama dengan moodle. Di sini pakai Blackboard, program elearning komersial, yah…. sekolah yg punya duit banyak ya wajar.
Setelah mubeng-mubeng, akhirnya ketemu juga tuh ruangan. Fanny juga sudah di sana, lagi nyiapin ppt (tapi bukan asrot yg jelas he.he..he..). Kuliah jam 2, mulainya jam 2.15. jadi dosennya datang duluan. Di tempat kita kuliah jam 2, dosen datangnya jam 2.15. Dia sudah langsung tahu kalau aku anis, karena sudah email2an sblmnya. Kuliah ini sebenarnya merupakan salah satu minor (pilihan) bagi mahasiswa S1, tetapi juga dapat diambil oleh mhs yg sedang mengambil master in population studies. Ada salah satu mahasiswa dari Rwanda yang ikut. Nanti akan ada 8 kali tatap muka, sedangkan ujiannya dengan membuat paper serta ujian tulis. Setelah kuliah, aku diskusi dengan Fannya, kelihatannya aku prefer untuk membuat paper sendiri daripada bergabung dengan yang lain. Semoga nanti bisa jadi paper yang bagus. Mumpung di sini, dimanfaatkan aja ya… nggak…aku lagi mikir-mikir, datanya PODES mau diolah jadi apa ya? tentang private -public, tentang disaster, atau apa ya?
OK tentang kuliah? Tidak terlalu baru sebenarnya, tetapi memberi perspektif lain. Pertama, yang mengajar adalah orang demografi. Fanny sebenarnya lulusan NIHES, Rotterdam dia mengambil epidemiologi. Backgroundnya demografi sih. Kuliah pertama masih menjelaskan tentang apa itu medical geografi.
Sebelum sampai ke John Snow (orang yang satu ini bakal disebut-sebut terus sepanjang jaman kali ya…), dia menjelaskan beberapa konsep, mulai dari health (WHO), disease, sickness, illness, health service provision, epidemiology, epidemic, endemic, pandemic, sampai dengan beda antara spatial dan place. Baru kemudian dia menjelaskan sejarah medical geography yang bermula dari Hippocrates, John Snow, Jacques May. itu era pertama, yang lebih banyak mengkaji sudut pandang geografi untuk penyakit (dan epidemiologi). Gelombang kedua medical geography disebut sebagai health care geography ( di sini aspek accessibility, distribution, inequalities dan inequity, resource allocation) lebih diperhatikan. Sehingga dia bilang bahwa tahun depan mata kuliahnya akan berganti menjadi health geography, menjadikannya lebih luas. Nah gelombang ketiga disebut sebagai new health geography (he..he..sampai kapan itu disebut new, nanti ada post new juga kali ya?) Dia katakan, gelombang ketiga ini dimulai setelah tahun 1990an yang menguatkan pentingnya aspek sociocultural, place dan konteks dalam mengkaji aspek geografis dalam kesehatan. Ini menurutku, karena yg mengajar orang demografi sehingga mengharapkan agar komponen sosial lebih banyak dilibatkan. Dari sisi muatan ilmu, saya kira baik, lebih kualitatif (he..he.. padahal aku selama ini lebih banyak melihat dari aspek kuantitatif terus ya… pakai geoda, apalagi satscan, itu khan kuantitaf banget). Semoga nanti topik berikutnya semakin menarik…Kita ketemu lagi besok Senin (8/5)

3 Tanggapan to “Medical geography subject baru atau lama dengan kemasan baru?”

  1. tya Says:

    hai mas Anis,
    senangnya bisa kuliah di negari orang. BTW, sebelumnya saya mau ngenalin diri, nama saya Tya, tempat mangkal cari duit di Fak. Kesh Masy, UI Indonesia. kebetulan nih….aku ini jebolan geografi tapi cari duitnya di kesehatan masyarakat. nah….sekarang aku lagi mau nulis-nulis tentang medical geography, lagi cari literatur tapi belum nemu yang pas…
    boleh dong aku mau teori-teori medical geography-nya, maklum…di sini lagi booming GIS….
    thanks….

  2. anis Says:

    Ok.. makasih mbak Tya.. ntar materi kuliahnya aku kirimin deh. Di Faculty of Spatial Science Groningen Univ juga ada mhs S3 dari UI. Tapi alumni ekonomi UI.

  3. Anonymous Says:

    assalamualaikum Wr Wb..
    mas anis…saya fajar,berprofesi sebagai dokter,baru browsing di blognya mas anis. tentunya saya sudah berkecimpung di dunia emergency dan bencana semenjak saya bertugas di UGD RS hasan sadikin sampai sekarang (sudah 4 tahun). saya baru 1 tahun ini mengenal map info dan global mapper yang di aplikasikan ke disaster mapping. Lalu saat ini saya sedang mencari program pendidikan mengenai GIS for disaster managment yang mungkin ada fak.KES.Masyarakat di,apakah betul ada?kalau pun mas anis tahu,tolong informasikan ke e-mail saua :fajrin_99@yahoo.com.
    saya ucapkan banyak terima kasih
    Assalamulaikum Wr Wb
    dr Fajar Wasilah


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: