Lagi mau bersemangat menulis, eh ada yang bikin gondok. Kalau dulu menemukan materi workshop telah terbit jadi buku di Gramedia. Barusan, saya menemukan tulisan di Buletin Desentralisasi Kesehatan tahun 2005 (versi pdf) dan sampai sekarang masih bisa diakses di blog ini, dicopy and paste dengan gagah berani menjadi sebuah Opini dan dimuat di surat kabar Radar Banjarmasin tgl 22 Maret 2008. Beberapa saat yang lalu saya mengirimkan email ke redaksi surat kabar yang bersangkutan dan dicckan ke penulisnya.
Pingin lihat bedanya? Coba akses tulisan yang asli dan yang palsu.
Ada-ada aja…
April 13, 2008 pukul 3:24 pm
[...] Pak Anis Fuad (yang baru memulai blog kembali, lalu menyadari tulisannya dibajak [lagi]) akan melengkapi dari sudut pandang [...]
April 15, 2008 pukul 3:26 am
itu tandanya mas anis orang terkenal. banyak orang pakai tulisannya
termasuk kopi-paste
April 15, 2008 pukul 6:04 am
sabar brother! kalau tulisannya mantap dan maknyoss pasti banyak dicari, cd lagu dan film buatan amerika aja bisa dibajak. hitung-hitung bagi2 informasi. tapi lebih bagus sih kalau honornya juga dibagi ya lumayan buat makan dikantin IKM. terus aja menulis ya jangan putus asa.
April 15, 2008 pukul 11:11 am
#winny:
kalo gitu lebih baik nggak terkenal ya? biar tulisannya orisinil tidak copy-paste
#munawwir:
iya….ya, mestinya buat makan-makan di IKM…
April 16, 2008 pukul 10:03 am
Selamat nge-blok lagi Mas Anis.
Memang sejak blog terus berkembang, jiwa entrepreneur juga berkembang. Tapi sayangnya menggunakan karya orang lain untuk mencari keuntungan pribadi. Contohnya ya makalah Mas Anis yang di bajak jadi buku dan dijual.
Tetap semangat Mas, ditunggu tulisan-tulisannya.
April 17, 2008 pukul 8:49 am
#zulharman:
makasih mas Zul yg blognya semakin berkembang. Padahal tulisan yg disini nggak bermutu kok ya di-copy-and paste ya? Kan jadi semakin banyak yg tertipu gitu lho…..
April 18, 2008 pukul 8:21 am
mungkin sang plagiator terlalu semangat hingga lupa mencantumkan sumber tulisannya
mungkin perlu lebih disosialisasikan etika dalam “copy paste” artikel (jika memang sudah ada), mengingat setiap tulisan yang diposting di blog memang untuk di-share ke seantero jagad kan?
sukses selalu tuk Pak Anis
April 18, 2008 pukul 1:15 pm
@akmal:
etika pasti ada..sesama manusia..org Indonesia,
‘aturan’ hasil karya di web bs pake creative commons share alike, cek pake copyscape, uu ite..
mungkin penjiplak khilaf aja..
sabar ya pak anis..
kalo mo dilanjutin kasusnya, mungkin spt tulisan mas iman brotoseno → tulisan saya dijiplak dan dibuat buku
Juni 13, 2008 pukul 9:56 am
Wah….wah, bener2 sama pak, hanya strating nulisnya yang dia bikin beda…….jangan2 si plagiator malah gak tau apa yang dia jiplak itu….heee…
tapi kok redakturnya percaya yah, sama Amdnya……apa bisa yah, buat tulisan yang kayak pak Anis?….jangan2 malah Amdnya itu bukan Amdnya kesehatan……walah….selektif dikit dong pak Redaktur…..jangan asal terima tulisan….
Kalo seperti kasusnya Pak Anis itukan mustinya malu dong surat khabarnya….
Tetap semangat Pak, karena kami sangat memerlukan sharing ilmu dari bapak……
Mei 28, 2009 pukul 2:03 am
Plagiasi…? Mungkin udah jadi tradisi kali ye?