
Beberapa hari yang lalu saya berkesempatan berkunjung ke suatu kabupaten untuk mengamati secara sekilas pelaksanaan komputerisasi di puskesmas, dinas kesehatan dan rumah sakit. Pengamatan sekilas ini mungkin tidak dapat digeneralisir untuk daerah lain. Demikian juga, karena terbatasnya waktu, mungkin ada penilian saya yang keliru. Saya berkesempatan melakukan diskusi kelompok terarah dengan pelaksana sistem informasi di dinas kesehatan (staf di masing-masing subdin) dan tiga wakil puskesmas. Yang menarik, ketiga puskesmas memiliki program komputer yang berbeda. Meskipun hampir seluruh puskesmas di kabupaten tersebut didukung dengan perangkat komputer akan tetapi pelaporan data ke dinas masih bersifat manual. Petugas di dinas kesehatan kabupaten mengatakan bahwa untuk mengolah data LB1 dari puskesmas membutuhkan waktu 10 hari. Padahal, data sudah tersedia dalam format elektronik untuk hampir seluruh puskesmas, kecuali dua puskesmas yang menggunakan program yang berbeda. Hal ini tidak terlepas dari lemahnya komitmen di tingkat dinas itu sendiri. Setiap tiga bulan sekali, dinas kesehatan kabupaten mengirimkan laporan kunjungan puskesmas dalam bentuk manual ke dinas kesehatan propinsi. Variasi pekerjaan di sub bagian perencanaan (di bawah Bagian TU)yang bertanggung jawab untuk menghimpun data dari puskesmas mungkin menjadikan mereka tidak fokus dalam program komputerisasi puskesmas. Bisa jadi, pelatihan yang sebelumnya dilakukan di tingkat dinas tidak memadai. Akibatnya, sekarang LAN di dinas pun juga macet. Dinas Kesehatan juga tidak memiliki database yang menghimpun data dari berbagai subdin. Lemahnya analisis data kesehatan tercermin dari keringnya analisis pada profil kesehatan mereka. Sudah cukup lumayan bahwa profil kesehatan 2006 (berisi data 2005) sudah diterbitkan. Tetapi, tidak ada satu halamanpun datanya ditampilkan sebagai peta tematik. Mutasi staf diduga menjadi salah satu sebab utama. Penanggungjawab sistem informasi kesehatan kebetulan dipindah dari dinas kesehatan ke pemda, sementara penggantinya tidak mengetahui sama sekali mengenai program ini. Rencana pengembangan sistem informasi kesehatanpun dinas kesehatan tidak memilikinya.
Baca entri selengkapnya »